Skip to main content

TC CONCEPT

THERAPEUTIC COMMUNITY (TC)

Therapeutic Community (TC), yaitu suatu metode rehabilitasi sosial yang ditujukan kepada korban penyalahguna NAPZA, yang merupakan sebuah “keluarga” terdiri atas orang-orang yang mempunyai masalah yang sama dan memiliki tujuan yang sama, yaitu menolong diri sendiri dan sesama yang oleh seseorang dari mereka, sehingga terjadi perubahan tingkah laku dari yang negatif ke arah tingkah laku yang positif.Teori yang mendasari metode TC adalah pendekatan behavioral dimana berlaku sistem reward (penghargaan/penguatan) dan punishment (hukuman) dalam mengubah suatu perilaku. Selain itu digunakan juga pendekatan kelompok, dimana sebuah kelompok dijadikan suatu media untuk mengubah suatu perilaku.

TC adalah sekelompok orang dengan masalah yang sama, mereka berkumpul untuk saling bantu dalam mengatasi masalah yang dihadapinya. Dengan kata lain, man helping man to help himself, yaitu seseorang menolong orang lain untuk menolong dirinya. Dalam program TC kesembuhan diciptakan lewat perubahan persepsi/pandangan alam (the renewal of worldview) dan penemuan diri (self discovery) yang mendorong pertumbuhan dan perubahan(growth and change).

THERAPEUTIC COMMUNITY ( TC )

Konsep TC yaitu menolong diri sendiri, dapat dilakukan dengan adanya keyakinan bahwa :

1. Setiap orang bisa berubah
2. Kelompok bisa mendukung untuk berubah
3. Setiap individu harus bertanggung jawab
4. Program terstruktur dapat menyediakan lingkungan aman dan kondusif bagi perubahan
5. Adanya partisipasi aktif

TC merupakan suatu wujud kehidupan nyata dalam bentuk simulasi. Didalam TC ada berbagai norma-norma dan falsafah yang dianut untuk membentuk perilaku yang lebih baik. Norma-norma dan falsafah yang ditanamkan dalam TC tersebut kemudian berkembang menjadi suatu budaya TC, yang didalamnya mencakup :

1. The Creed (Philosophy)
Merupakan filosofi atau falsafah yang dianut dalam TC. Falsafah ini merupakan kerangka dasar berpikir dalam program TC yang harus dipahami dan dihayati oleh seluruh residen.

2. Unwritten Philosophy
Merupakan nilai-nilai dasar yang tidak tertulis, tetapi harus dipahami oleh seluruh residen. Karena, inilah nilai-nilai atau norma-norma yang hendak dicapai dalam program. Dengan mengikuti program TC ini, residen dapat membentuk perilaku baru yang sesuai dengan unwritten philosophy.

3. Cardinal Rules
Cardinal Rules merupakan peraturan utama yang harus dipahami dan ditaati dalam program TC, yaitu:

No drugs (tidak diperkenankan menggunakan narkoba)
No sex (tidak diperkenankan melakukan hubungan seksual dalam bentuk apapun)
No violence (tidak diperkenankan melakukan kekerasan fisik)



Four Structure Five Pillars

4 Kategori struktur program :

a. Behaviour management shaping (Pembentukan tingkah laku)
Perubahan perilaku yang diarahkan pada kemampuan untuk mengelola kehidupannya sehingga terbentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai, norma-norma kehidupan masyarakat.

b. Emotional and psychological (Pengendalian emosi dan psikologi)
Perubahan perilaku yang diarahkan pada peningkatan kemampuan penyesuaian diri secara emosional dan psikologis.

c. Intellectual and spiritual (Pengembangan pemikiran dan kerohanian)
Perubahan perilaku yang diarahkan pada peningkatan aspek pengetahuan, nilai-nilai spiritual, moral dan etika, sehingga mampu menghadapi dan mengatasi tugas-tugas kehidupannya maupun permasalahan yang belum terselesaikan

d. Vocational and survival (Keterampilan kerja dan keterampilan bersosial serta bertahan hidup)
Perubahan perilaku yang diarahkan pada peningkatan kemampuan dan keterampilan residen yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan tugas-tugas sehari-hari maupun masalah dalam kehidupannya.


5 Pillars (5 tonggak dalam program)

a. Family milieu concept (Konsep kekeluargaan)
Untuk menyamakan persamaan di kalangan komunitas supaya bersama menjadi bagian dari sebuah keluarga.
 
b. Peer pressure (Tekanan rekan sebaya)
Proses dimana kelompok menekankan contoh seorang residen dengan menggunakan teknik yang ada dalam “TC”

c. Therapeutic session (Sesi terapi)
Berbagai kerja kelompok untuk meningkatkan harga diri dan perkembangan pribadi dalam rangka membantu proses kepulihan .

d. Religius session (Sesi agama)
Proses untuk meningkatkan nilai-nilai dan pemahaman agama.

e. Role modelling (Keteladanan)
Proses pembelajaran dimana seorang residen belajar dan mengajar mengikuti mereka yang sudah sukses.

Tool’s of The House
Tool’s of The House merupakan alat-alat atau instrumen yang ada dalam TC yang digunakan untuk membentuk perilaku. Penerapan Tool’s of The House yang benar diharapkan dapat membawa perubahan perilaku yang lebih baik.




Struktur (Hirarki) Fungsi Kerja
Di dalam TC dikenal adanya kelompok-kelompok kerja yang terbagi dalam departemen (divisi), dimana residen yang berada dalam departemen tersebut akan menjalankan tugasnya setiap hari sesuai dengan fungsi kerjanya (job function) masing-masing. Hal ini diperlukan untuk menjaga kelangsungan operasional kegiatan sehari-hari serta sebagai latihan keterampilan dan meningkatkan tanggung jawab residen terhadap komunitasnya. Di dalam job function tersebut dikenal adanya sistem status (hirarki) yang menentukan tingkatan tanggung jawab dari residen. Sistem Status (hierarki berdasarkan status) tersebut adalah :

a. C.O.D. (Coordinator of Department)
b. Chief
c. Shingle/H.O.D. (Head of Department)
d. Ramrod
e. Crew

Tahapan Program

1) Induction
Tahap ini berlangsung pada sekitar 30 hari pertama saat residen mulai masuk. Tahap ini merupakan masa persiapan bagi residen untuk memasuki tahapan Primary.

2) Primary
Tahap ini ditujukan bagi perkembangan sosial dan psikologis residen. Dalam tahap ini residen diharapkan melakukan sosialisasi, mengalami pengembangan diri, serta meningkatkan kepekaan psikologis dengan melakukan berbagai aktivitas dan sesi teraputik yang telah ditetapkan. Dilaksanakan selama kurang lebih 3 sampai dengan 6 bulan. Primary
terbagi dalam beberapa tahap, yaitu:

· Younger member
· Middle Peer
· Older member

3) Re-entry
Re-entry merupakan program lanjutan setelah Primary. Program Re-entry memiliki tujuan untuk memfasilitasi residen agar dapat bersosialisasi dengan kehidupan luar setelah menjalani perawatan di Primary. Tahap ini dilaksanakan selama 3 sampai dengan 6 bulan.


4) Aftercare
Program yang ditujukan bagi eks-residen/alumni. Program ini dilaksanakan di luar panti dan diikuti oleh semua angkatan di bawah supervisi dari staf re-entry. Tempat pelaksanaan disepakati bersama.
 
Dengan budaya TC seperti di atas, maka diharapkan pelaksanaan program benar-benar dijalankan oleh residen. Residen sebagai objek dan subjek yang menjalankan treatment. Program disusun untuk membuat residen terlibat secara penuh dalam setiap kegiatan, sesuai dengan job function-nya masingmasing. Kedudukan petugas hanya sebagai pengawas, yang mengawasi jalannya program.

THERAPEUTIC COMMUNITY GROUP

Morning Meeting
Yaitu kegiatan rutin setiap pagi hari yang berupa pertemuan seluruh family untuk menyampaikan hal-hal penting yang terjadi di lingkungan mereka.
Encounter Group
Yaitu suatu kegiatan yang dirancang khusus untuk mengekspresikan perasaan kesal, kecewa, sedih, perhatian (concern), dan lain-lain. Kegiatan ini merupakan kegiatan dari pembentukan perilaku dan pengaturan emosi agar lebih disiplin dan terarah.

Tujuan Encounter Group :
- Menciptakan kehidupan komunitas yang sehat dan dinamis
- Menjadikan komunitas personal yang bertanggung jawab
- Menumbuhkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan
- Membangun kedisiplinan
- Belajar mengarahkan emosi secara baik dan benar tanpa menimbulkan dendam 
Static Group
Merupakan suatu kegiatan dalam bentuk kelompok-kelompok kecil yang membicarakan berbagai macam persoalan kehidupan keseharian dan kehidupan yang lalu. Dalam kegiatan Static, setiap kelompok difasilitasi oleh seorang konselor yang membangun suasana nyaman dan rasa percaya sesama residen.

P.A.G.E. Group (Peer Accountability Group Evaluation)
Adalah suatu kegiatan yang mengajarkan residen untuk dapat memberikan penilaian positif dan negatif terhadap perilaku dan sikap residen lain dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan ini residen dilatih untuk meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap perilaku komunitas.

Tujuan PAGE Group:

Residen mendapat masukan yang jujur terhadap sikap dan perilakunya selama menjalani TC
Residen menyadari kekurangan dan kelebihannya sehingga bisa melakukan introspeksi
Membangkitkan rasa percaya diri
Membangun komunitas yang sehat dengan saling peduli

Seminar
Yaitu kegiatan yang berupa pemberian materi yang berkaitan dengan TC, narkoba, maupun pengetahuan lain yang relevan. Tujuannya adalah membuka wawasan dan menumbuhkan kesadaran diri terhadap bahaya Narkoba.

Religious Session
Yaitu kegiatan yang diarahkan pada pendalaman diri terhadap kehidupan spiritual dan keagamaan.

Selain kegiatan kelompok, di dalam program juga dilakukan kegiatan pemberian sanksi. Sanksi diberikan kepada residen yang melakukan kesalahan atau melakukan hal-hal yang negatif. Kegiatan ini dilakukan berjenjang sesuai dengan kesalahan yang dilakukan. Untuk mendapatkan sanksi tersebut, residen terlebih dulu menjalani sesi teguran. Sesi yang dilakukan adalah :

Spoken to : Teguran halus dan nasihat secara lembut yang diberikan kepada residen atas perilakunya yang negatif. Biasanya diberikan oleh COD atau oleh PC.

Dealt with : Teguran yang diberikan akibat seringnya mengulangi kesalahan yang sama. Teguran ini diberikan oleh tim panelis yang dipimpin oleh fasilitator. Dari sesi ini residen hanya diberikan awareness.


Haircut : Teguran yang diberikan secara keras kepada seorang residen karena kesalahan yang berulang-ulang juga diberikan kepada residen yang melanggar tata tertib. Teguran ini diberikan oleh tim panelis yang dipimpin oleh fasilitator. Dari sesi ini residen dapat diberikan sanksi.

Family haircut : Teguran keras dari family kepada residen yang melakukan kesalahan yang berulang.

General Meeting : Teguran keras kepada residen karena telah melanggar Cardinal Rules. Diberikan oleh semua family secara bersama-sama dipimpin oleh fasilitator.

Learning Experience (LE)
Yaitu bentuk-bentk sanksi yang diberikan setelah menjalani sesi teguran. Bentuk dari sanksi tersebut diarahkan pada perubahan sikap, cara berpikir, disiplin dan evaluasi diri terhadap kesalahannya. Tujuan dari LE agar residen belajar dari pengalamannya untuk dapat mengubah perilaku. Jenis-jenis LE mulai dari yang teringan sampai terberat adalah :

1. LE others

2. LE potshink

3. LE ground

4. LE sparepart

5. LE Extracuriculum / limbo


Comments

Popular posts from this blog

Kalula Kejurda Jawa Barat 2023

  Selamat Kalula, mengikuti kejuaraan Kejurda  Senam 2023 di Bandung mewakili Kota Bekasi. https://koranbekasi.id/2023/12/17/atlet-lapis-2-persani-kota-bekasi-raih-2-medali-di-kejurda-jabar/ amalkann

Kehara Porprov Jawa Barat 2022

 https://bogor.inews.id/read/210062/perkasa-tim-senam-kabupaten-bogor-lampaui-target-medali-di-arena-porprov-jabar-2022?utm_medium=sosmed&utm_source=whatsapp&fbclid=PAAaYRP2JUKwnA_6J7U_Vv8noGbZ3fDT-zd9Z4tsbeLjxFFShaaw7Ll3p-9XI

Kehara - Persani Pemprov Kab.Bogor

 https://bogor.inews.id/read/129704/jelang-porprov-jabar-2022-persani-kabupaten-bogor-bersinergi-libatkan-orang-tua-atlet/2