Kehara sakit. Jam 4 pagi bangun terus rewel banget. Di bangunin terus
muntah. Keluar dech semua susu yang di minum.
Seharian Kehara badannya panas. Sampai 38'C. Ayah sampai bingung.
Kehara nggak mau di gendong sama ayah. Bunda sudah dari jam 5 pagi
gendong Kehara. Kalau di letak di tempat tidur Kehara pasti nangis..
Kasian banget Kehara. Sudah tidak tampak lagi senyum di mulut kecilnya
yang serupa mulut bunda. Tak tampak binar bola mata yang berseri bagai
matahari terbit.
Brengsek!! Dokter specialis anak ga ada yang praktek. Semua poli anak
di rumah sakit libur. Yach.. Memang bukan salah si rumah sakit dan
dokter sich..
Akhirnya ayah telepon dokter yang biasa menangani Kehara, dr Handy.
Tidak puas atas saran dr Handy, ayah telepon dr Sandra. Karena ayah
panik, =baru sekali ini Kehara sakit begini = ayah cari dokter dekat
rumah. ''Ada dokternya!'' kata Opa dan Oma yang jadi ikut sibuk. ''
Sehabis Maghrib ''. Akhirnya keputusan Ayah dan Bunda menunggu setelah
maghrib untuk menemui dr Pri yang praktek dekat rumah.
Bunda kasih ide untuk telepon Messa. Minta referensi untuk dokter anak
nya. Di sms lah..
'' dr Rahmat no tlp xxxxxxx/hp xxxxxxxxxxx '' demikian sms nya.
Ayah telepon.. Saya ada setelah jam 4 datang saja ke rumah. Si dr
Rahmat menjawab dari ujung telepon.
Menunggu sampai sore...
Kehara sudah lemas sekali kondisinya. Mau makan, tertidur.. Karena
badannya lemas. Ayah sampai bilang.. Bunda buat Kehara tetap terjaga..
Ayah takut kalau Kehara tidur tiba tiba pingsan..
Rasa khawatir ayah memuncak. Mau rasanya menggantikan sakit di Kehara
di pindah ke ayah saja.. Ya Allah tolong sembuhkan anak ku. Dalam
hatiku berdoa.
Sudah siap siap mau brangkat ke dokter.. Telepon dr Pri. Nadanya sibuk
terus. Sampai akhirnya dapat berita si dokter belum sampai rumah.
Ayah rasa Kehara tidak bisa menunggu lama. Keputusan Ayah Bunda : kita
berangkat ke dr. Rahmat. = yang direferensikan Messa =
Bersama Opa, Oma, Bunda, Ayah berangkat ke dokter yang berlokasi di
bilangan Bintaro.
Kehara sakit radang tenggorokan. Ini saya kasih obat. Orang tuanya
santai saja. Demikian kata si dokter menenangkan kami.
Sekarang Kehara sudah tidur. Nich ada di samping ayah yang sedang
nulis ini. '' Kamu ngapain Ayah? '' Bunda bertanya. '' Lagi nulis buat
blog Bun '' jawab Ayah.
Terima kasih ya semua yang sudah ikutan sibuk karena Kehara sakit.
Buat Bunda yang menjaga Kehara dengan kasih dan sayang tanpa mengenal
lelah. Ayah tau Bunda pasti cape banget karena baru pulang pergi sama
teman teman Bunda. Terima kasih Bunda. Kamu makin terlihat bercahaya
jika mengurus Kehara. Pancaran yang murni dari dasar hati. Tanpa
pamrih dan tanpa keluh kesah. Bagai setetes air di padang pasir.
Menyejukan...
Buat Oma dan Opa yang ikut sibuk sibuk.
Buat Ompung Nyonya yang pusing cucunya cuma dua. Tapi dua duanya
sakit. Kak Nafeza cepet sembuh ya...
Doain Kehara cepat sembuh ya...
Foto foto ekspresi Kehara besok Ayah upload di Facebook.
muntah. Keluar dech semua susu yang di minum.
Seharian Kehara badannya panas. Sampai 38'C. Ayah sampai bingung.
Kehara nggak mau di gendong sama ayah. Bunda sudah dari jam 5 pagi
gendong Kehara. Kalau di letak di tempat tidur Kehara pasti nangis..
Kasian banget Kehara. Sudah tidak tampak lagi senyum di mulut kecilnya
yang serupa mulut bunda. Tak tampak binar bola mata yang berseri bagai
matahari terbit.
Brengsek!! Dokter specialis anak ga ada yang praktek. Semua poli anak
di rumah sakit libur. Yach.. Memang bukan salah si rumah sakit dan
dokter sich..
Akhirnya ayah telepon dokter yang biasa menangani Kehara, dr Handy.
Tidak puas atas saran dr Handy, ayah telepon dr Sandra. Karena ayah
panik, =baru sekali ini Kehara sakit begini = ayah cari dokter dekat
rumah. ''Ada dokternya!'' kata Opa dan Oma yang jadi ikut sibuk. ''
Sehabis Maghrib ''. Akhirnya keputusan Ayah dan Bunda menunggu setelah
maghrib untuk menemui dr Pri yang praktek dekat rumah.
Bunda kasih ide untuk telepon Messa. Minta referensi untuk dokter anak
nya. Di sms lah..
'' dr Rahmat no tlp xxxxxxx/hp xxxxxxxxxxx '' demikian sms nya.
Ayah telepon.. Saya ada setelah jam 4 datang saja ke rumah. Si dr
Rahmat menjawab dari ujung telepon.
Menunggu sampai sore...
Kehara sudah lemas sekali kondisinya. Mau makan, tertidur.. Karena
badannya lemas. Ayah sampai bilang.. Bunda buat Kehara tetap terjaga..
Ayah takut kalau Kehara tidur tiba tiba pingsan..
Rasa khawatir ayah memuncak. Mau rasanya menggantikan sakit di Kehara
di pindah ke ayah saja.. Ya Allah tolong sembuhkan anak ku. Dalam
hatiku berdoa.
Sudah siap siap mau brangkat ke dokter.. Telepon dr Pri. Nadanya sibuk
terus. Sampai akhirnya dapat berita si dokter belum sampai rumah.
Ayah rasa Kehara tidak bisa menunggu lama. Keputusan Ayah Bunda : kita
berangkat ke dr. Rahmat. = yang direferensikan Messa =
Bersama Opa, Oma, Bunda, Ayah berangkat ke dokter yang berlokasi di
bilangan Bintaro.
Kehara sakit radang tenggorokan. Ini saya kasih obat. Orang tuanya
santai saja. Demikian kata si dokter menenangkan kami.
Sekarang Kehara sudah tidur. Nich ada di samping ayah yang sedang
nulis ini. '' Kamu ngapain Ayah? '' Bunda bertanya. '' Lagi nulis buat
blog Bun '' jawab Ayah.
Terima kasih ya semua yang sudah ikutan sibuk karena Kehara sakit.
Buat Bunda yang menjaga Kehara dengan kasih dan sayang tanpa mengenal
lelah. Ayah tau Bunda pasti cape banget karena baru pulang pergi sama
teman teman Bunda. Terima kasih Bunda. Kamu makin terlihat bercahaya
jika mengurus Kehara. Pancaran yang murni dari dasar hati. Tanpa
pamrih dan tanpa keluh kesah. Bagai setetes air di padang pasir.
Menyejukan...
Buat Oma dan Opa yang ikut sibuk sibuk.
Buat Ompung Nyonya yang pusing cucunya cuma dua. Tapi dua duanya
sakit. Kak Nafeza cepet sembuh ya...
Doain Kehara cepat sembuh ya...
Foto foto ekspresi Kehara besok Ayah upload di Facebook.
Amalkan Nasution
081808895648
amalkann@gmail.com
amalkann@yahoo.com
amalkan@speed.net.id
Comments