Jakarta 7 Juni 2020
Memasuki masa "Tatanan Normal Baru".
pan.de.mi /pandémi/
wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas.
sumber : Kamus besar bahasa indonesia
sumber : Kamus besar bahasa indonesia
Pandemi Covid-19 memaksa untuk melakukan perubahan di segala unsur berkehidupan.
Kebiasaan baru, akan menjadi sesuatu yang lazim.
Kebiasaan baru, akan menjadi sesuatu yang lazim.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 DKI Jakarta kita memutuskan untuk menetapkan status PSBB diperpanjang dan menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi.
sumber :
https://m.detik.com/news/berita/d-5040091/anies-perpanjang-psbb-dki-jakarta-bulan-juni-jadi-masa-transisi
sumber :
https://m.detik.com/news/berita/d-5040091/anies-perpanjang-psbb-dki-jakarta-bulan-juni-jadi-masa-transisi
Dalam kacamata saya, saat ini adalah waktu untuk mulai berdamai dengan keadaan yang tidak dapat kita rubah.
Semua pilihan ada ditangan saya.
Apakah mau berdamai dengan
keaadaan saat ini?
Mengutip dari
Serenity Prayer
God grant me the serenity to accept the things I cannot change;
God grant me the serenity to accept the things I cannot change;
courage to change the things I can;
and wisdom to know the difference.
(Reinhold Niebuhr)
and wisdom to know the difference.
(Reinhold Niebuhr)
Ya Tuhan, anugerahkanlah kepadaku kedamaian
untuk menerima hal-hal yang tidak dapat aku ubah;
keberanian untuk mengubah hal-hal yang dapat kuubah;
dan kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaannya.
untuk menerima hal-hal yang tidak dapat aku ubah;
keberanian untuk mengubah hal-hal yang dapat kuubah;
dan kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaannya.
Berdamai bukan berarti kalah atau berdiam diri menerima keadaan, tetapi mencari cara agar dapat hidup berdampingan dengan kondisi saat ini.
Sekarang adalah waktu untuk kembali berkaca, melihat diri sendiri.
Tatanan normal baru adalah transformasi untuk menata kehidupan dan perilaku baru yang akan kita sebut dengan NORMAL di masa depan.
Amalkan Nasution
Comments